Kebijakan Pajak Internasional

Kebijakan Pajak Internasional

Waktu:
Selasa, 7 November 2017

Waktu kegiatan:
09.00 – 17.00

Tempat:
DDTC Academy
Menara Satu Sentra Kelapa Gading Lantai 5,
Unit #0501
Jl. Bulevar Kelapa Gading LA3 No.1 Summarecon
Kelapa Gading Jakarta Utara 14240

Investasi:
IDR 2.000.000,-
(Potongan harga, klik di sini)

Latar belakang:
Interdependensi dari ekonomi dunia yang ditandai oleh rantai nilai global dan pergerakan bebas dari produk-produk dan input produksi telah menimbulkan perhatian yang lebih besar atas aspek internasional dari keuangan publik. Kebijakan pajak berkembang dari domestik ke global, dari nasional to internasional. Walaupun demikian, hal ini tidak langsung diterjemahkan menjadi keberadaan sistem pajak tunggal. Hal ini hanya mempertimbangkan bahwa kebijakan pajak negara manapun tidak dapat dilihat sebagai ruang lingkup yang terisolasi karena ini juga mempengaruhi negara-negara lain, dan sebaliknya.

Dalam ekonomi global, ketika modal dan tenaga kerja bersifat mobile, negara-negara sedang berurusan dengan pertanyaan mengenai bagaimana mengatur perpajakan untuk penghasilan bagi warga negara asing dan perpajakan untuk warga negara yang memperoleh penghasilan dari luar negeri. Karena kedaulatan pajak terbatas untuk kegiatan ekonomi domestik, pajak atas kegiatan lintas batas seharusnya juga dialokasikan antara negara-negara yang bertransaksi. Sehubungan dengan kedaulatan pajak dan kepentingan nasional (penerimaan), tiap negara akan memilih sistem terbaik untuk memajaki penghasilan-penghasilan tersebut.

Di sisi lain, untuk mencapai daya saing, hampir semua negara telah mencoba untuk mengurangi tingkat pajak menurut undang-undang di negara mereka, sementara beberapa negara juga memutuskan untuk menjadi negara tax havens. Interaksi antara sistem pajak nasional menciptakan efek distorsi pajak, karena terdapat kemungkinan terjadinya pajak berganda (double taxation) atau tidak ada pajak sama sekali (non-double taxation).

Kursus ini akan menggali kebijakan pajak ‘internasional’ normatif dan pragmatis untuk Indonesia agar dapat memenuhi target penerimaan, daya saing, dan di waktu yang sama sesuai dengan praktik yang diterapkan oleh dunia internasional.

Topik yang dibahas:

  • Globalisasi dan Sistem Pajak internasional,
  • Kompetisi Pajak dan Pasar Hukum Pajak,
  • Kebijakan Perjanjian Pajak,
  • Peraturan-peraturan Anti Penghindaran,
  • Pasar Keuangan Lintas batas dan Penggelapan Pajak,
  • Studi Empiris tentang Kebijakan Pajak internasional,
  • Sistem PPN Internasional,
  • Kerjasama Pajak Global dan Lanskap di Masa Depan.

Acara Akan Datang

Nantikan program pelatihan terbaru kami

Acara Akan Datang

Perpajakan Ekonomi Digital dan E-Commerce
19 September 2017

Pajak atas Pembiayaan Antar Perusahaan
10 Oktober 2017

Pajak atas Penghasilan Profesional
24 Oktober 2017

Transfer Pricing pasca BEPS-OECD/G20
14 November 2017

Acara Sebelumnya

Seminar (Pajak atas Pembiayaan Antar Perusahaan)
7 Agustus 2019

Seminar (Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Indonesia Tingkat Lanjut – Isu Terpilih)
13 Maret 2019

Seminar Pajak atas Pembiayaan Antar Perusahaan
12 Desember 2018

Interpretasi dan Aplikasi Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) – Batch 7
9 – 10 Oktober 2018

Strategi untuk Menangani Pemeriksaan Pajak, Keberatan dan Banding
19 September 2018

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Indonesia Tingkat Lanjut – Isu Terpilih
29 Agustus 2018

Interpretasi dan Aplikasi Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) – Batch 6
14 – 15 Agustus 2018

Strukturisasi Pajak Internasional untuk Investasi Real Estate dan Harta Tidak Bergerak
18 Juli 2017

Perpajakan atas Pelayaran dan Penerbangan
4 Mei 2017

Hubungan antara Transfer Pricing, Valuasi Bea Cukai dan Voluntary Declaration
18 April 2017

Perkembangan Terkini dan Masalah yang Timbul dari Perpajakan Minyak dan Gas
13 April 2017

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Indonesia Tingkat Lanjut – Isu Terpilih
14 Maret 2017

Update Foreign Account Tax Compliance Act (FATCA) dan Pertukaran Informasi secara Otomatis (AEoI)
7 Maret 2017

Perencanaan Pajak untuk Perusahaan Domestik dan Internasional
9 Februari 2017

International Taxation of Permanent Establishment
29 November 2016

International Tax Policy
7, 8, 9,10 November 2016

Taxation of Cross Border Services
11 Oktober 2016

Cari Acara

Formulir Pertanyaan

[]
1 Step 1
Namayour full name
Teleponyour full name
Pertanyaanmore details
0 / 300
Previous
Next

Perbandingan Kapabilitas Partisipan Kami

Testimoni

Waktu:
Selasa, 7 November 2017

Waktu kegiatan:
09.00 – 17.00

Tempat:
DDTC Academy
Menara Satu Sentra Kelapa Gading Lantai 5,
Unit #0501
Jl. Bulevar Kelapa Gading LA3 No.1 Summarecon
Kelapa Gading Jakarta Utara 14240

Investasi:
IDR 2.000.000,-
(Potongan harga, klik di sini)

Latar belakang:
Interdependensi dari ekonomi dunia yang ditandai oleh rantai nilai global dan pergerakan bebas dari produk-produk dan input produksi telah menimbulkan perhatian yang lebih besar atas aspek internasional dari keuangan publik. Kebijakan pajak berkembang dari domestik ke global, dari nasional to internasional. Walaupun demikian, hal ini tidak langsung diterjemahkan menjadi keberadaan sistem pajak tunggal. Hal ini hanya mempertimbangkan bahwa kebijakan pajak negara manapun tidak dapat dilihat sebagai ruang lingkup yang terisolasi karena ini juga mempengaruhi negara-negara lain, dan sebaliknya.

Dalam ekonomi global, ketika modal dan tenaga kerja bersifat mobile, negara-negara sedang berurusan dengan pertanyaan mengenai bagaimana mengatur perpajakan untuk penghasilan bagi warga negara asing dan perpajakan untuk warga negara yang memperoleh penghasilan dari luar negeri. Karena kedaulatan pajak terbatas untuk kegiatan ekonomi domestik, pajak atas kegiatan lintas batas seharusnya juga dialokasikan antara negara-negara yang bertransaksi. Sehubungan dengan kedaulatan pajak dan kepentingan nasional (penerimaan), tiap negara akan memilih sistem terbaik untuk memajaki penghasilan-penghasilan tersebut.

Di sisi lain, untuk mencapai daya saing, hampir semua negara telah mencoba untuk mengurangi tingkat pajak menurut undang-undang di negara mereka, sementara beberapa negara juga memutuskan untuk menjadi negara tax havens. Interaksi antara sistem pajak nasional menciptakan efek distorsi pajak, karena terdapat kemungkinan terjadinya pajak berganda (double taxation) atau tidak ada pajak sama sekali (non-double taxation).

Kursus ini akan menggali kebijakan pajak ‘internasional’ normatif dan pragmatis untuk Indonesia agar dapat memenuhi target penerimaan, daya saing, dan di waktu yang sama sesuai dengan praktik yang diterapkan oleh dunia internasional.

Topik yang dibahas:

  • Globalisasi dan Sistem Pajak internasional,
  • Kompetisi Pajak dan Pasar Hukum Pajak,
  • Kebijakan Perjanjian Pajak,
  • Peraturan-peraturan Anti Penghindaran,
  • Pasar Keuangan Lintas batas dan Penggelapan Pajak,
  • Studi Empiris tentang Kebijakan Pajak internasional,
  • Sistem PPN Internasional,
  • Kerjasama Pajak Global dan Lanskap di Masa Depan.

Cari Acara

Formulir Pertanyaan

[]
1 Step 1
Namayour full name
Teleponyour full name
Pertanyaanmore details
0 / 300
Previous
Next

Perbandingan Kapabilitas Partisipan Kami

Testimoni

Kami akan mengirimkan semua informasi tentang pajak, silakan berlangganan.