Seminar Eksklusif: OECD Transfer Pricing Guidelines 2017 dan Dampaknya terhadap Indonesia

Seminar Eksklusif: OECD Transfer Pricing Guidelines 2017 dan Dampaknya terhadap Indonesia

Waktu:
Kamis, 3 Agustus 2017

Waktu Kegiatan:
08.30 WIB sampai 13.00 WIB

Tempat:
Ruangan Sumba A dan Sumba B
Hotel Borobudur
Jalan Lapangan Banteng Selatan, PO Box 1329
Jakarta 10710, Indonesia

Investasi:
GRATIS!

Pendaftaran sudah ditutup

Latar Belakang:
Pada tanggal 10 Juli 2017, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menerbitkan revisi atas Pedoman Penentuan Harga Transfer untuk Perusahaan Multinasional dan Administrasi Perpajakan (OECD TP Guidelines 2017). OECD TP Guidelines 2017 merupakan update dari OECD TP Guidelines 2010 dan mencerminkan perubahan yang diusulkan BEPS Aksi 8 – 10 dan BEPS Aksi 13.

Perubahan radikal yang diperkenalkan oleh BEPS Aksi 8 – 10 dan BEPS Aksi 13 saat ini telah diformalkan serta telah meningkatkan status kedudukan hukum OECD TP Guidelines di banyak negara, termasuk di Indonesia. Hal ini diperlihatkan dengan selalu dipertimbangkannya OECD TP Guidelines oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Pengadilan Pajak. Meski tidak mengikat, OECD TP Guidelines dianggap memiliki nilai persuasif yang tinggi. Selain itu, perubahan baru pada OECD TP Guildelines 2017, telah menandai secara resmi lahirnya prinsip kewajaran dan kelaziman usaha yang baru.

Prinsip kewajaran dan kelaziman usaha yang baru ini ditujukan untuk memastikan bahwa alokasi laba antar perusahaan afiliasi terjadi secara adil serta konsisten dengan value creation di setiap negara tempat perusahaan multinasional beroperasi. Meskipun tidak disebutkan dengan jelas, konsep value creation memiliki kaitan dengan fungsi yang dilakukan oleh individu. Dengan ditekankannya faktor fungsi individu di atas faktor risiko kontraktual dan kepemilikan legal dari harta tak berwujud, OECD TP Guidelines yang baru ini bermaksud untuk lebih mempersulit dilakukannya perencanaan pajak yang agresif berdasarkan pendekatan entitas yang terpisah dan pemisahan fungsi dari risiko dan aset tak berwujud.

Singkatnya, OECD TP Guidelines 2017 mencakup perubahan berikut:

  • Revisi substansial yang diperkenalkan oleh BEPS Aksi 8 (menyelaraskan hasil penetapan harga transfer dengan value creation) dan BEPS Aksi 13  (dokumentasi penetapan harga transfer dan laporan per negara) dari laporan akhir BEPS.
  • Penekanan atas konsep risiko dan pengendalian dalam melakukan analisis fungsional.
  • Revisi pedoman terkait dengan safe harbours atas jasa intra group.
  • Perubahan lainnya yang diperlukan dalam panduan untuk menghasilkan versi konsolidasi.

Seminar eksklusif ini akan membahas lebih lanjut bagaimana revisi substansial dalam OECD TP Guidelines 2017 berdampak di Indonesia serta pada bisnis Anda. Siap atau tidak, prinsip kewajaran dan kelaziman usaha yang baru akan segera diterapkan!

Topik yang dibahas:

  • Alokasi laba: value creation dan substansi ekonomi;
  • Faktor kesebandingan: dari kesebandingan atas produk hingga pentingnya ketentuan dalam kontrak;
  • Metode Transfer Pricing: pedoman untuk transaksi komoditas dan aplikasi metode pembagian laba (profit split);
  • Panduan dalam low value adding intra group services: safe harbours;
  • Harta tak berwujud: fungsi DEMPE (pengembangan (development), peningkatan (enhancement), pemeliharaan (maintenance), perlindungan (protection), dan eksploitasi (exploitation)) dan Hard to value intangibles (HTVI);
  • Restrukturisasi Bisnis: pentingnya risiko dan kontrol;
  • Konsep location savings/location specific advantages.

Pengajar: 

  • Untoro Sejati S.E., Ak., CA., CPA., LL.M Int. Tax, dengan master tesis berjudul “Value Creation in Digital Economy” dari Vienna University of Economics and Business Administration, Austria.
  • Tim Transfer Pricing DDTC yang memiliki sertifikasi internasional di bidang transfer pricing.

Fasilitas:

  • Seminar kit.
  • Coffee break dan makan siang.

Acara Akan Datang

Nantikan acara kami selanjutnya

Acara Sebelumnya

Grand Seminar : Menyambut Perubahan Lanskap Pajak Indonesia dan Internasional
6 Februari 2018

Seminar Eksklusif: OECD Transfer Pricing Guidelines 2017 dan Dampaknya terhadap Indonesia
3 Agustus 2017

Seminar Eksklusif: Rezim Baru Persyaratan Dokumentasi Transfer Pricing di Indonesia
1 Februari 2017

Cari Acara

Formulir Pertanyaan

[]
1 Step 1
Namayour full name
Teleponyour full name
Pertanyaanmore details
0 / 300
Previous
Next

Perbandingan Kapabilitas Partisipan Kami

Testimoni

Waktu:
Kamis, 3 Agustus 2017

Waktu Kegiatan:
08.30 WIB sampai 13.00 WIB

Tempat:
Ruangan Sumba A dan Sumba B
Hotel Borobudur
Jalan Lapangan Banteng Selatan, PO Box 1329
Jakarta 10710, Indonesia

Investasi:

GRATIS!

Daftar sekarang sebelum kuota penuh untuk:

  • 15 dosen/pengajar;
  • 15 konsultan pajak;
  • 10 pelajar/mahasiswa;
  • 10 anggota asosiasi;
  • 100 pengusaha.

Pendaftaran sudah ditutup

Latar Belakang:
Pada tanggal 10 Juli 2017, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menerbitkan revisi atas Pedoman Penentuan Harga Transfer untuk Perusahaan Multinasional dan Administrasi Perpajakan (OECD TP Guidelines 2017). OECD TP Guidelines 2017 merupakan update dari OECD TP Guidelines 2010 dan mencerminkan perubahan yang diusulkan BEPS Aksi 8 – 10 dan BEPS Aksi 13.

Perubahan radikal yang diperkenalkan oleh BEPS Aksi 8 – 10 dan BEPS Aksi 13 saat ini telah diformalkan serta telah meningkatkan status kedudukan hukum OECD TP Guidelines di banyak negara, termasuk di Indonesia. Hal ini diperlihatkan dengan selalu dipertimbangkannya OECD TP Guidelines oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Pengadilan Pajak. Meski tidak mengikat, OECD TP Guidelines dianggap memiliki nilai persuasif yang tinggi. Selain itu, perubahan baru pada OECD TP Guildelines 2017, telah menandai secara resmi lahirnya prinsip kewajaran dan kelaziman usaha yang baru.

Prinsip kewajaran dan kelaziman usaha yang baru ini ditujukan untuk memastikan bahwa alokasi laba antar perusahaan afiliasi terjadi secara adil serta konsisten dengan value creation di setiap negara tempat perusahaan multinasional beroperasi. Meskipun tidak disebutkan dengan jelas, konsep value creation memiliki kaitan dengan fungsi yang dilakukan oleh individu. Dengan ditekankannya faktor fungsi individu di atas faktor risiko kontraktual dan kepemilikan legal dari harta tak berwujud, OECD TP Guidelines yang baru ini bermaksud untuk lebih mempersulit dilakukannya perencanaan pajak yang agresif berdasarkan pendekatan entitas yang terpisah dan pemisahan fungsi dari risiko dan aset tak berwujud.

Singkatnya, OECD TP Guidelines 2017 mencakup perubahan berikut:

  • Revisi substansial yang diperkenalkan oleh BEPS Aksi 8 (menyelaraskan hasil penetapan harga transfer dengan value creation) dan BEPS Aksi 13  (dokumentasi penetapan harga transfer dan laporan per negara) dari laporan akhir BEPS.
  • Penekanan atas konsep risiko dan pengendalian dalam melakukan analisis fungsional.
  • Revisi pedoman terkait dengan safe harbours atas jasa intra group.
  • Perubahan lainnya yang diperlukan dalam panduan untuk menghasilkan versi konsolidasi.

Seminar eksklusif ini akan membahas lebih lanjut bagaimana revisi substansial dalam OECD TP Guidelines 2017 berdampak di Indonesia serta pada bisnis Anda. Siap atau tidak, prinsip kewajaran dan kelaziman usaha yang baru akan segera diterapkan!

Topik yang dibahas:

  • Alokasi laba: value creation dan substansi ekonomi;
  • Faktor kesebandingan: dari kesebandingan atas produk hingga pentingnya ketentuan dalam kontrak;
  • Metode Transfer Pricing: pedoman untuk transaksi komoditas dan aplikasi metode pembagian laba (profit split);
  • Panduan dalam low value adding intra group services: safe harbours;
  • Harta tak berwujud: fungsi DEMPE (pengembangan (development), peningkatan (enhancement), pemeliharaan (maintenance), perlindungan (protection), dan eksploitasi (exploitation)) dan Hard to value intangibles (HTVI);
  • Restrukturisasi Bisnis: pentingnya risiko dan kontrol;
  • Konsep location savings/location specific advantages.

Pengajar: 

  • Untoro Sejati S.E., Ak., CA., CPA., LL.M Int. Tax, dengan master tesis berjudul “Value Creation in Digital Economy” dari Vienna University of Economics and Business Administration, Austria.
  • Tim Transfer Pricing DDTC yang memiliki sertifikasi internasional di bidang transfer pricing.

Fasilitas:

  • Seminar kit.
  • Coffee break dan makan siang.

Cari Acara

Formulir Pertanyaan

[]
1 Step 1
Namayour full name
Teleponyour full name
Pertanyaanmore details
0 / 300
Previous
Next

Perbandingan Kapabilitas Partisipan Kami

Testimoni

Kami akan mengirimkan semua informasi tentang pajak, silakan berlangganan.